Sejarah Perkembangan Paralayang

 

Sejarah Perkembangan Paralayang

Akar dari Teknologi Parasut (1950-an)

Sejarah paralayang dimulai dari World War I ketika parasut pertama kali digunakan untuk tujuan selain pendaratan. Sukarelawan parasutis ditarik ke atas di belakang kapal selam atas permintaan angkatan laut untuk mengamati daratan di kejauhan. Ini menunjukkan bahwa parasut bisa digunakan untuk tujuan observasi, bukan hanya keselamatan.

Pada tahun 1954, Walter Neumark memprediksi dalam artikel di majalah Flight tentang masa depan di mana pilot glider akan "mampu meluncurkan dirinya dengan berlari melewati tepi tebing atau menuruni lereng... baik saat liburan memanjat tebing di Skye atau bermain ski di Alpen". Prediksi visionernya ini akan menjadi kenyataan beberapa dekade kemudian.

Tahun 1950-an adalah periode ketika paralayang seperti yang kita kenal sekarang benar-benar mulai terbentuk. Dimulai dengan penemuan Paracommander yang memiliki kanopi berbentuk lonjong dengan lubang ventilasi di bagian belakang. Ventilasi ini memungkinkan kemampuan kemudi yang rudimenter namun efektif.

Domina Jalbert dan Revolusi Parafoil (1960-an)

Domina Cleophas Jalbert (1904-1991), seorang penemu Amerika, adalah tokoh paling berpengaruh dalam sejarah paralayang. Jalbert memiliki sejarah panjang dalam mendesain layang-layang dan terlibat dalam pengembangan platform aerial hibrida balon-layang untuk membawa instrumen ilmiah.

Pada tahun 1956, Jalbert menguji parasut persegi pertamanya di Boca Raton, Florida. Setahun kemudian pada 1957, ia menemukan konsep ram-air airfoil dan mulai menguji serta memformalkan desainnya. Pada Januari 1963, Jalbert secara resmi mengonfirmasi penemuan dan invensinya tentang ram-air double-surfaced fully flexible airfoil yang akan mengubah secara mendalam dunia layang-layang, parasut, skydiving, hang gliding, paralayang, sport flying, power kiting, dan lainnya.

Parafoil Jalbert memiliki sel-sel berisi udara yang menciptakan sayap aerodinamis dengan leading edge terbuka dan trailing edge tertutup, diinflasi oleh aliran udara melaluinya—desain ram-air. Inovasi ini memungkinkan kontrol yang lebih baik, penurunan yang lebih panjang, dan kemampuan meluncur. Sistem inflasi ram-air meningkatkan kemampuan lift dan kontrol sayap, membuatnya lebih stabil dan mudah dikelola di udara.

Pada tahun 1964, Jalbert mematenkan Multi-cell Wing Type Aerial device yang dikenal oleh skydiver sebagai Para-Foil. Paten diberikan pada tahun 1966. Jalbert membayangkan parafoil akan digunakan untuk menangguhkan platform aerial atau untuk pemulihan peralatan luar angkasa.

Theodore Hulsizer dan Parafoil yang Bekerja (1971)

Pada tahun 1971, mimpi Jalbert untuk menciptakan parasut ram-air terwujud. Bekerja sama dengan Theodore Hulsizer, produsen prototipe parasut sipil untuk United States Air Force dan NASA (1947-1973), mereka membuat parafoil parachute pertama yang bekerja.

Saat menguji prototipenya di terowongan angin di Wright-Patterson Air Force Base di Dayton, Ohio, Theodore menyadari bahwa drag-nya jauh lebih kuat daripada parasut lain yang pernah diujinya dalam 25 tahun pengalamannya. Ia percaya upaya orang lain gagal karena drag yang terlalu besar menyebabkan parasut robek.

Untuk memperlambat pembukaan parafoil, Theodore menjalankan tali melalui cincin yang dirancangnya yang digeser ke atas saat mengemas parasut. Saat terbuka, cincin harus meluncur turun, memperlambat pembukaan. Cincin ini kemudian berevolusi menjadi slider pada parasut ram-air modern. Theodore secara pribadi membuat parafoil ukuran penuh pertama, yang bekerja dengan sempurna pada penurunan pertamanya.

David Barish dan Sail Wing (1960-an)

Pada tahun 1960-an, David Barish mengembangkan "sail wing," desain yang awalnya dimaksudkan untuk memulihkan kapsul luar angkasa. Namun, Barish melihat potensinya untuk sport flying dan mulai mempromosikannya untuk penggunaan rekreasi. Demonstrasinya tentang slope soaring dengan sail wing adalah beberapa langkah pertama menuju paralayang modern, menunjukkan bahwa penerbangan terkontrol dapat dicapai dengan peralatan yang sederhana dan ringan.

Barish membuat penerbangan pertamanya dari tanah pada 15 Oktober 1965, terbang menuruni lereng di resor ski Catskills dari ketinggian 61 meter. Barish adalah pemain ski yang rajin dan membayangkan slope-soaring sail wing, seperti yang ia sebut ciptaannya, sebagai olahraga baru yang akan tumbuh dan membawa lalu lintas ke resor ski selama bulan-bulan musim panas. Pada musim panas 1966, ia mengorganisir dan melakukan tur mempromosikan olahraga baru dengan putranya Craig ke resor ski dari Vermont hingga California. Namun, ide tersebut tidak memiliki dampak yang diharapkannya dan akhirnya ditinggalkan.

Pierre Lemoigne dan Parasut Berlubang (1960-an awal)

Pada awal 1960-an, parasutis Amerika Pierre Lemoigne berhasil memotong slot di kanopi parasut bundar untuk memungkinkan udara mengalir melalui kanopi. Ini memiliki efek dramatis pada rasio lift-to-drag dan memungkinkan pilot mengemudikan parasut dengan cara yang dapat diprediksi.

Pada tahun 1961, insinyur Prancis Pierre Lemongine menghasilkan desain parasut yang lebih baik yang mengarah pada Para-Commander (PC). Para-Commander memiliki potongan di bagian belakang dan samping yang memungkinkannya ditarik ke udara dan dikemudikan, mengarah pada parasailing/parascending.

Walter Neumark dan Parascending (1962-1970-an)

Pada tahun 1962, Walter Neumark dari Inggris memperhatikan desain Lemoigne dan memodifikasinya sehingga parasut bisa ditarik ke atas. Selama tahun 1960-an, parascending menjadi olahraga populer di kalangan orang Inggris. Neumark bertanggung jawab atas pembentukan British Association of Parascending pada awal 1970-an.

Pada tahun 1964, setelah Domina Jalbert dari Florida menemukan kanopi persegi yang disebut Ram Air Para Foil, Walter Neumark segera mengadopsi kanopi ini untuk aktivitas parascending-nya. Ram Air bekerja dengan memungkinkan udara melewati glider permukaan ganda, memungkinkan kemampuan manuver yang lebih baik dan peningkatan lift.

Dampak Inovasi-Inovasi Ini

Inovasi-inovasi ini sangat penting untuk penciptaan paralayang. Mereka memungkinkan pengembangan peralatan yang dapat digunakan untuk penurunan dan luncuran yang lebih panjang serta kemampuan manuver di udara. Setiap parafoil ram-air kontemporer untuk olahraga dan utilitas sayap dimulai dengan penemuan Jalbert.

Dari titik tersebut dan seterusnya, parasut tipe ram-air (multi-sel) merevolusi dan mempopulerkan olahraga skydiving. Teknologi ini kemudian berkembang menjadi paralayang modern yang kita kenal sekarang—olahraga yang dapat diakses oleh ribuan orang di seluruh dunia.

Warisan Domina Jalbert

Pada tahun 1984, di usia 79 tahun, Jalbert melakukan perjalanan ke Beijing, China untuk mendemonstrasikan parafoil-nya. Dedikasinya terhadap inovasi dan penerbangan terus menginspirasi generasi pilot dan desainer hingga hari ini. Semua parafoil saat ini berutang akar mereka pada penemuan Jalbert.

Comments

Popular posts from this blog

Paralayang Batu Malang: Lokasi Favorit di Indonesia

Peralatan Penting untuk Paralayang

Gerakan dan Kontrol Paralayang